Nasional

105.000 Pikap dari India Disiapkan untuk Armada Koperasi Merah Putih

Halokubar.com – Proyek Koperasi Desa Merah Putih bakal diperkuat dengan armada kendaraan komersial dalam jumlah besar. Sebanyak 105.000 unit kendaraan, mayoritas pikap, akan didatangkan dari India untuk menunjang operasional koperasi di berbagai daerah.

Pengadaan tersebut dilakukan oleh BUMN Agrinas Pangan Nusantara. Dua pabrikan asal India, Mahindra & Mahindra serta Tata Motors, menjadi pemasok utama kendaraan yang akan digunakan untuk mendukung distribusi logistik, khususnya sektor pertanian di wilayah pedesaan.

Mahindra dikabarkan akan mengirimkan 35.000 unit pikap Scorpio sepanjang 2026. Model ini diproduksi di fasilitas Mahindra di Nashik, Maharashtra, India. Scorpio sendiri sudah dipasarkan di Indonesia sejak 2019 dan menjadi satu-satunya model Mahindra yang dijual di Tanah Air.

CEO Automotive Division Mahindra & Mahindra Ltd., Nalinikanth Gollagunta, menyebut kerja sama ini akan mendongkrak kinerja ekspor perusahaan. Ia mengatakan volume yang dikomitmenkan untuk proyek tersebut akan memperkuat operasi internasional Mahindra.

Sementara itu, Tata Motors mendapatkan pesanan lebih besar, yakni 70.000 unit kendaraan. Rinciannya 35.000 unit pikap Yodha dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7. Pesanan ini disebut sebagai salah satu kontrak terbesar yang pernah diraih Tata Motors untuk pasar Indonesia.

Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia Asif Shamim menilai pengadaan kendaraan tersebut akan memperkuat konektivitas dan memperlancar distribusi barang di jaringan pedesaan maupun regional.

Jika ditotal, angka 105.000 unit tersebut hampir menyamai total penjualan pikap nasional sepanjang 2025 yang berada di kisaran 107.000 unit. Besarnya volume impor ini pun menarik perhatian, mengingat Indonesia memiliki sejumlah produsen pikap dengan kapasitas produksi dalam negeri yang tidak kecil.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menegaskan industri otomotif nasional mampu memproduksi kendaraan pikap dalam jumlah besar. Ia mengingatkan bahwa pemenuhan kebutuhan melalui impor berpotensi mengalihkan nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja ke luar negeri.

Meski demikian, pengadaan armada ini diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas Koperasi Desa Merah Putih dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi desa secara lebih terintegrasi.

Related Articles

Back to top button