
Halokubar.com – Polemik anggaran renovasi rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp25 miliar menuai sorotan DPRD Kaltim. Legislator menyebut pembahasan anggaran tersebut tidak pernah dilakukan secara rinci dalam forum resmi.
Anggota Komisi I sekaligus Badan Anggaran DPRD Kaltim Baharuddin Demmu mengungkapkan, setiap usulan anggaran seharusnya disertai dokumen lengkap sebelum disahkan. Rincian kegiatan biasanya tercantum dalam buku APBD yang menjadi pegangan saat pembahasan.
Ia menilai, ketiadaan pembahasan detail terkait anggaran renovasi ini menjadi persoalan serius dalam mekanisme penganggaran daerah. Kondisi ini juga berpotensi memicu kesalahpahaman antar pihak.
“Harusnya disahkan bukunya. Kita tidak saling menyalahkan, tapi kalau begini kami juga ikut-ikut. Padahal terus terang tidak pernah dibahas secara rinci,” ujarnya Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, koordinasi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah dengan kepala daerah perlu diperkuat agar setiap program yang diajukan benar-benar dipahami bersama sebelum disahkan.
“Seharusnya ketua TAPD rajin berkonsultasi dengan gubernur. Ini jadi pelajaran bagi kami juga agar proses anggaran lebih terbuka,” tegasnya.
Baharuddin juga memberi sinyal DPRD akan lebih selektif dalam pembahasan anggaran ke depan. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan melanjutkan pembahasan jika dokumen pendukung tidak lengkap.
“Kami tidak ingin lagi membahas kalau tidak diberikan buku atau dokumen lengkap. Ini penegasan agar tidak ada polemik seperti ini lagi,” katanya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengaku belum mengetahui secara utuh persoalan tersebut. Ia menyebut informasi yang beredar masih sebatas kabar yang belum dikonfirmasi secara resmi.
“Secara kelembagaan saya belum tahu. Secara pribadi saya juga baru dengar ini. Memang ada desus-desus, tapi belum saya dalami,” ujarnya.
Ia memastikan DPRD akan menelusuri informasi tersebut lebih lanjut untuk memastikan proses penganggaran berjalan sesuai aturan serta tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.(ndi)