Basuki Sebut Konsumsi Kegiatan IKN Tak Lagi Didatangkan dari Balikpapan

Halokubar.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mulai mengandalkan pelaku usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi berbagai kegiatan di IKN. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyebut konsumsi kegiatan kini tidak lagi didatangkan dari Balikpapan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya OIKN membuka pasar sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang seiring pembangunan ibu kota baru.

“Sekarang konsumsi kegiatan di IKN tidak lagi didatangkan dari Balikpapan. Kami menghadirkan chef untuk melatih pelaku kuliner agar mampu mengembangkan usahanya. Kami ingin mereka tidak hanya berkembang di sektor kuliner, tetapi juga pada berbagai bidang usaha lainnya,” ujar Basuki saat menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026).

OIKN menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku UMKM. Selain pelatihan kuliner bersama chef profesional, pelaku usaha mendapat akses pasar melalui penyediaan stan usaha.

Program pemberdayaan juga mencakup pelatihan hospitality, pengembangan IKN Digital Community, fasilitasi promosi produk, pendampingan sertifikasi halal, hingga workshop kewirausahaan bersama Bank Indonesia.

Upaya tersebut mendapat perhatian Komisi VII DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengingatkan agar perkembangan IKN tidak hanya ditandai dengan pembangunan infrastruktur.

Pelaku UMKM dan masyarakat lokal, menurutnya, harus mendapat ruang untuk mengambil manfaat dari pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“Jangan sampai UMKM ini tidak ada ruang di IKN. Kami sudah menyampaikan kepada Pak Basuki sebagai Kepala OIKN untuk terus memperhatikan bukan hanya kesiapan fisik saja, tetapi juga pelibatan masyarakat lokal maupun UMKM kita,” kata Rahayu.

Komisi VII DPR RI turut mengapresiasi tingginya penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan IKN. Penggunaan produk, material, dan pelibatan masyarakat lokal dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan kawasan.

“Kami sangat senang tentunya mendengar bahwa adanya TKDN yang cukup tinggi, baik dalam pengadaan barang maupun juga pelibatan masyarakat lokal, material, perlengkapan, dan seterusnya dalam pembangunan IKN ini,” ujar Rahayu.

Selain penguatan UMKM, Komisi VII DPR RI menilai perkembangan sektor pariwisata dan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Nusantara.

Keberadaan hotel, fasilitas MICE, dan konsep kota modern dinilai berpotensi meningkatkan kunjungan sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal. (Kar)

Exit mobile version