
Halokubar.com – Dua hari jelang bergulirnya Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2025, panitia bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Polres Kutai Barat menyiapkan langkah berani yaitu seluruh pemain dan panitia wajib menjalani tes urine sebelum pertandingan dimulai.
Langkah ini disebut sebagai pertama kalinya dilakukan dalam sejarah turnamen olahraga di Kutai Barat, bahkan di Kalimantan Timur. Tujuannya tak lain untuk memastikan ajang olahraga bergengsi itu bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Ketua Panitia, Tedy, menegaskan tes urine dilakukan bukan untuk menghukum, melainkan sebagai bentuk edukasi dan pembinaan.
“Kami minta dukungan penuh BNK dan Polres Kutai Barat agar kegiatan ini berjalan baik. Kalau nanti ada yang hasilnya positif, peserta tetap bisa bermain, tapi setelah turnamen wajib ikut program rehabilitasi,” katanya.
Aiptu Jatmiko, mewakili Kasat Narkoba Polres Kutai Barat, menyatakan dukungan penuh atas kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada proses hukum bagi peserta yang hasilnya positif karena kegiatan ini bersifat pencegahan, bukan penindakan.
“Ini terobosan berani dengan pesan edukatif yang kuat. Kami pastikan tidak ada proses hukum, tapi mereka harus menandatangani komitmen untuk mengikuti rehabilitasi,” ujarnya.
Ketua Bidang Rehabilitasi dan Penyuluhan BNK Kutai Barat, Zulkarnain, menambahkan pihaknya telah membentuk tim teknis gabungan dengan Polres untuk menangani proses tes urine dan tindak lanjut hasilnya.
“Jika nanti ada peserta yang positif, kami akan arahkan ke program rehabilitasi baik rawat inap di Balai Rehabilitasi Tanah Merah Samarinda, maupun rawat jalan di bawah pengawasan dokter dan konselor bersertifikat di Kutai Barat,” jelasnya.(kar)