
Halokubar.com – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Barat kembali mengajukan rehabilitasi bagi warga yang terjerat penyalahgunaan narkoba. Pada Selasa (27/1/2026), seorang warga Melak Ilir berinisial F (25) diberangkatkan ke Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda untuk mengikuti program pemulihan ketergantungan narkoba.
Pengajuan rehabilitasi tersebut dilakukan di penghujung Januari sebagai bagian dari komitmen BNK Kutai Barat dalam upaya penyelamatan generasi muda dari bahaya narkoba. F (25) diketahui mengajukan diri untuk direhabilitasi atas kesadaran pribadi dengan dukungan penuh dari pihak keluarga.
Ketua Bidang Rehabilitasi BNK Kutai Barat, Zulkarnain, turut mendampingi langsung proses masuknya F (25) ke Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda. Ia menegaskan pentingnya kesadaran dan komitmen kuat dari yang bersangkutan dalam proses pemulihan.
“F (25) salah satu warga yang memiliki kesadaran untuk pulih besar sebelum terlalu jauh mengunakan narkoba, sebab untuk pulih itu perlu komitmen yang kuat dan itu modal utamanya, selain atas kesadaran yang bersangkutan support pihak keluarga juga sangat dibutuhkan. Kami berkomitmen akan terus mendampinggi warga baik saat pengajuan hingga masuk balai rehabilitasi dan juga pasca rehabilitasi nantinya,” kata Zulkarnain.
Menurut Zulkarnain, pendampingan tidak berhenti pada proses pengantaran ke balai rehabilitasi, melainkan akan berlanjut hingga pascarehabilitasi. Hal ini dilakukan agar peserta rehabilitasi benar-benar mampu kembali ke lingkungan sosial dengan pola hidup yang lebih sehat dan produktif.
Sementara itu, pihak keluarga menyambut baik langkah dan pendampingan yang dilakukan BNK Kutai Barat. Atas nama keluarga, kakak kandung F (25) menyampaikan apresiasi atas proses yang telah dilalui hingga adiknya dapat diterima di balai rehabilitasi.
“Atas nama keluarga N ( 29 ) kakak kandung F (25) menyampaikan ucapan terima kasih atas pelayanan dan pempingan pihak BNK hingga adik kami sampai ke Bareta untuk mengikuti program pemulihan atas ketergantungan narkoba. Harapan kami pasca rehab adik kami bisa berubah pola hidupnya lebih focus untuk menata masa depannya, sebab sudah cukup lelah kami selama dia tidak meninggal narkoba selama itu juga kami ikut tidak tenang dihantui was was,” ujarnya.(kar)