
Halokubar.com — Massa aksi dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim mengaku kecewa lantaran Gubernur Kalimantan Timur tidak menemui peserta demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/5/2026). Padahal, aksi tersebut telah berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Koordinator aksi, Jofan Ardiansyah, menyebut massa telah menunggu kedatangan gubernur untuk mendengarkan langsung tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi tersebut.
“Kami kecewa karena gubernur tidak menemui massa aksi,” ujar Jofan kepada wartawan.
Dalam aksi itu, peserta demonstrasi secara bergantian menyampaikan orasi politik dan tuntutan. Berdasarkan hasil konsolidasi, jumlah massa yang terdata mencapai sekitar 3.000 orang, meski yang hadir langsung di lokasi diperkirakan sekitar 500 peserta.
Adapun dua tuntutan utama yang disuarakan massa ialah meminta Gubernur Kalimantan Timur mundur dari jabatannya serta mendesak dukungan terhadap penggunaan hak angket di DPRD Kaltim.
Jofan menilai sikap Partai Golkar berubah terkait wacana penggunaan hak angket. Menurutnya, dalam aksi sebelumnya yang dikenal sebagai aksi 214, Partai Golkar bersama tujuh fraksi DPRD Kaltim sempat menandatangani pakta integritas sebagai bentuk dukungan terhadap hak angket.
Namun, dalam perkembangannya, Golkar dinilai lebih mengarah pada penggunaan hak interpelasi dibanding hak angket.
“Dulu saat aksi 214, Golkar bersama tujuh fraksi DPRD menandatangani pakta integritas mendukung hak angket. Sekarang justru berubah ke hak interpelasi,” katanya.
Ia menegaskan massa akan terus menggelar demonstrasi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan dari pemerintah maupun DPRD Kaltim.
“Kalau tidak ada respons, kami akan menggelar aksi berjilid-jilid,” tegasnya.
Menjelang sore, massa menghentikan sementara aksi untuk melaksanakan salat Ashar sekaligus melakukan konsolidasi internal sebelum kembali melanjutkan demonstrasi hingga pukul 18.00 Wita. (Kar)