
Halokubar.com – Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Barat, Nanang Adriani, menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, peran aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama.
Nanang menyampaikan, selama tahun 2025 BNK telah menjalankan berbagai program pencegahan dan rehabilitasi. Program tersebut melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat umum.
“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas BNK dan polisi. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” kata Nanang dalam keterangannya.
Ia menilai dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program BNK. Partisipasi warga, baik dalam kegiatan sosialisasi maupun pelaporan, dinilai mampu memperkuat ketahanan sosial terhadap ancaman narkoba.
Nanang juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mulai meningkat, termasuk mereka yang secara sukarela datang untuk menjalani rehabilitasi. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan perubahan pola pikir dalam memandang penyalahgunaan narkoba.
Selain rehabilitasi, BNK Kutai Barat aktif melakukan tes urine dalam berbagai kegiatan publik, salah satunya pada turnamen sepak bola Bupati Cup 2025. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif di lingkungan olahraga.
Nanang berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga Kutai Barat dapat bergerak menuju wilayah yang lebih aman dan bersih dari penyalahgunaan narkoba.(kar)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.