
Halokubar.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 untuk menyusun RKPD 2027, Rabu (1/4/2026), di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar. Forum ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah dengan fokus utama penguatan tata kelola pemerintahan dan pemenuhan infrastruktur.
Kegiatan dibuka Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani didampingi Pj Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, serta Plt Kepala Bappedalitbang Kutai Barat Sulhendi. Tema yang diangkat menitikberatkan stabilitas ekonomi dan penciptaan iklim investasi berbasis agroindustri.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani menegaskan forum Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wadah strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat saya memberikan apresiasi atas terlaksananya tahapan sebelumnya hingga forum ini berjalan lancar hari ini,” ujarnya Rabu (1/4/2026), di Sendawar.
Nanang menilai, perencanaan pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret dan terukur. Dokumen RKPD, lanjutnya, menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjalankan pembangunan yang tepat sasaran.
Ia mengingatkan perangkat daerah agar tidak lagi menyusun program yang bersifat rutinitas tanpa dampak nyata. Setiap program harus memiliki tujuan jelas serta mampu menjawab persoalan masyarakat secara langsung.
“Dokumen RKPD merupakan kontrak sosial antara pemerintah dengan masyarakat sehingga setiap program harus berdampak nyata dan terukur bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya ketepatan dalam menentukan skala prioritas mengingat keterbatasan anggaran. Menurutnya, perencanaan yang tajam menjadi kunci agar program pembangunan berjalan efektif.
Nanang juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam proses perencanaan pembangunan. Sinergi antar perangkat daerah dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan daerah ke depan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai menyampaikan Musrenbang memiliki peran penting dalam menyampaikan pokok pikiran DPRD yang berasal dari aspirasi masyarakat.
Ia menyebutkan, aspirasi tersebut dihimpun melalui berbagai mekanisme seperti reses, rapat dengar pendapat, hingga kunjungan kerja yang telah diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah.
Di sisi lain, Plt Kepala Bappedalitbang Kutai Barat Sulhendi menjelaskan rangkaian Musrenbang berlangsung selama dua hari, yakni 26 Maret dan 1 April 2026.
Sulhendi mengatakan penyusunan RKPD 2027 merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan daerah yang harus selaras dengan kebijakan nasional hingga daerah.
“Perencanaan pembangunan menjadi tanggung jawab bersama semua pemangku kepentingan agar program tersusun mampu menjawab isu strategis daerah secara tepat,” tutupnya.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Kutai Barat, mulai dari asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat hingga lurah. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan arah pembangunan yang lebih terarah dan berdampak luas bagi masyarakat.(kar)