Pemkab Kutai Barat Undang Masyarakat Ikut Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H

Halokubar.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengundang seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pawai Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini kembali digelar setelah sempat vakum beberapa tahun terakhir.

Bupati Kutai Barat, Fredrik Edwin, menegaskan pelaksanaan pawai takbiran tahun ini merupakan instruksi langsung sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi keagamaan yang sarat makna kebersamaan.

“Pawai takbiran ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar masyarakat serta menjadi simbol kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kutai Barat yang kemudian menindaklanjutinya dengan berbagai persiapan teknis.

Ketua PHBI Kutai Barat sekaligus Sekretaris Panitia Pawai Takbiran 1447 H, H. Zulkarnain menyatakan pihaknya siap melaksanakan arahan Bupati dengan membentuk panitia khusus yang melibatkan berbagai elemen.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polres Kutai Barat terkait pengamanan, serta Dinas Perhubungan untuk pengaturan kelancaran rute kegiatan,” jelas Zulkarnain, Rabu (18/3/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan pawai takbiran masih menunggu hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Adapun rute pawai akan dimulai dari Alun-alun Itho, keluar melalui pintu selatan, kemudian melintasi sejumlah ruas jalan utama di wilayah Melak dan sekitarnya sebelum kembali ke titik awal.

Zulkarnain menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk seluruh masyarakat Kutai Barat. Namun, terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi peserta demi menjaga keamanan dan ketertiban.

“Peserta hanya diperbolehkan menggunakan kendaraan roda empat hingga maksimal roda enam. Kendaraan roda dua tidak diperkenankan ikut serta,” tegasnya.

Selain itu, kendaraan peserta diimbau dihias dengan nuansa Islami serta menggunakan sound system dengan batasan tertentu. Panitia juga melarang penggunaan petasan maupun kembang api selama kegiatan berlangsung.(kar)

Exit mobile version