
Halokubar.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di daerah tetap aman menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menerima audiensi Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Balikpapan, Senin (22/12/2025) malam.
Audiensi itu dihadiri Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho dan Eman Salman Arif, serta Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani. Gubernur Rudy Mas’ud didampingi sejumlah pejabat Pemprov Kaltim, termasuk jajaran Dinas ESDM dan Biro Perekonomian.
Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arif menjelaskan, kunjungan ke Kalimantan Timur dilakukan untuk memastikan pengawasan dan pengendalian distribusi BBM berjalan optimal, khususnya menjelang meningkatnya konsumsi energi pada masa libur akhir tahun.
“BPH Migas akan melakukan monitoring langsung ketersediaan dan pendistribusian BBM di Samarinda pada Selasa, 23 Desember 2025, guna memastikan pasokan energi menjelang Natal dan Tahun Baru dalam kondisi aman,” kata Eman.
Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi atas langkah BPH Migas yang turun langsung ke daerah. Menurutnya, kehadiran BPH Migas menjadi bagian penting dalam menjamin distribusi BBM bersubsidi maupun BBM jenis tertentu agar tepat sasaran dan tidak terjadi gangguan pasokan.
Ia menegaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM telah memastikan stok BBM dan LPG secara nasional dalam kondisi aman. Jaminan tersebut juga berlaku untuk Kalimantan Timur selama periode Natal dan Tahun Baru.
“Kita berharap masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang dan nyaman. Stok BBM maupun LPG di Kalimantan Timur dipastikan aman, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran terkait pasokan energi,” ujar Rudy.
Pemprov Kaltim, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi energi, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. (Kar)





