
Halokubar.com – Pelestarian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat mulai ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. Lima siswa SDN 002 Kaliorang atau Sekolah Laut Dangkal tampil percaya diri menjelaskan sejarah geologi hingga kekayaan kawasan geopark di hadapan Tim Penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Tim penilai mengunjungi SDN 002 Kaliorang, Selasa (7/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung peran dunia pendidikan dalam mengenalkan warisan geologi dan pentingnya pelestarian lingkungan kepada generasi muda.
Kedatangan tim disambut lima siswa yang tergabung dalam Penjelajah Cilik. Mereka adalah Aqila Tsamratul Faudah, Muhammad Afif Husein, Adzkia Samha Saufa, Athalla Narendra Supardi, dan Muhammad Zidan Alfaruq.
Di hadapan tim penilai, para siswa memaparkan sejarah terbentuknya Perbukitan Karst Gunung Sekerat. Dengan bahasa sederhana, mereka menjelaskan kawasan tersebut dulunya merupakan laut dangkal yang kemudian terangkat ke permukaan akibat proses geologi selama jutaan tahun.
Tak berhenti pada sejarah Gunung Sekerat, Penjelajah Cilik juga memperkenalkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai kawasan bentang alam karst terluas di Pulau Kalimantan. Kawasan tersebut membentang di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur.
Para siswa menjelaskan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya. Kawasan ini juga menyimpan jejak kehidupan manusia purba yang diperkirakan telah ada sejak sekitar 40.000 tahun lalu.
Nilai penting Sangkulirang-Mangkalihat tidak hanya terletak pada keunikan bentang alamnya. Kawasan tersebut juga memiliki nilai arkeologis tinggi dan menjadi ruang pembelajaran mengenai sejarah bumi, kehidupan manusia, budaya, serta pelestarian lingkungan.
Saat ini, terdapat 26 geosite yang menjadi daya tarik utama di kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Geosite tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengenalkan kekayaan bumi sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestariannya.
Kunjungan tim penilai ke SDN 002 Kaliorang menunjukkan edukasi geopark telah masuk dalam proses pembelajaran di lingkungan sekolah. Kehadiran Penjelajah Cilik menjadi salah satu cara mengenalkan kekayaan geologi dan nilai konservasi kepada anak-anak sejak usia dini.
Melalui pendidikan tersebut, generasi muda diharapkan tumbuh dengan rasa bangga terhadap kekayaan daerahnya. Mereka juga diharapkan memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai kawasan bernilai tinggi yang menyimpan warisan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, dan jejak kehidupan manusia masa lalu.(kar)