Nasional

Puan Minta Pemerintah Kajian Ulang Rencana Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: DPR)

Halokubar.com – Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara soal rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Ia meminta pemerintah berhati-hati dan mengkaji ulang keputusan tersebut dengan mempertimbangkan rekam jejak sejarah sang mantan presiden.

“Karena ini penting, ya harus dicermati rekam jejaknya dari masa lalu sampai sekarang,” kata Puan usai memimpin rapat paripurna pembukaan masa sidang II di Kompleks Parlemen, Selasa (4/11).

Puan menegaskan, gelar pahlawan nasional bukan sekadar penghargaan simbolis. Karena itu, pemerintah harus melihat dari berbagai sisi, baik dari segi kontribusi maupun kontroversi di masa lalu. Ia juga menyoroti waktu pengusulan yang dinilainya perlu diperhitungkan secara matang.

“Karena juga penting bagaimana kemudian apakah hal tersebut memang sudah waktunya dan sudah perlu diberikan dan lain-lain sebagainya. Namun, ya hal itu tentu saja harus dikaji dengan baik dan cermat,” ujarnya.

Soeharto diketahui masuk dalam daftar 40 nama tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional tahun ini. Daftar tersebut telah resmi diserahkan kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Selasa (21/10).

Namun, usulan nama Soeharto itu menimbulkan polemik dan menuai penolakan dari sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) yang menilai langkah tersebut bertentangan dengan semangat reformasi.

“Menjadikan Soeharto sebagai pahlawan sementara Marsinah adalah korban dari sistem represif yang ia bangun adalah bentuk ironi sejarah dan penghinaan terhadap perjuangan kemanusiaan,” tegas KIKA dalam pernyataannya.(kar)

Related Articles

Back to top button