
Halokubar.com – Presiden Rusia Vladimir Putin disebut mengerahkan pesawat militer Kremlin untuk membawa Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menjalani perawatan medis di Moskow. Langkah tersebut disebut dilakukan secara rahasia di tengah memanasnya situasi konflik di Timur Tengah.
Laporan media Kuwait Al Jarida menyebut seorang sumber tingkat tinggi Iran yang dekat dengan Mojtaba mengungkap bahwa Putin mengusulkan langsung kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian agar Mojtaba dibawa ke Rusia untuk mendapatkan perawatan medis.
Usulan tersebut disampaikan Putin saat berbincang dengan Pezeshkian pada Kamis (12/3). Para pejabat Iran, termasuk Mojtaba, disebut mempertimbangkan tawaran Rusia itu secara serius sebelum akhirnya menyetujuinya.
“Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri mengusulkan perawatan Mojtaba di Rusia selama berbincang dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis (12/3). Para pejabat Iran, termasuk Mojtaba, mempertimbangkan dengan saksama usulan Rusia tersebut, dan akhirnya setuju,” demikian laporan Al Jarida, Minggu (15/3).
Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya tersebut, Mojtaba kemudian langsung dibawa pada Kamis malam menggunakan pesawat militer Rusia. Ia didampingi sejumlah dokter dalam operasi pemindahan yang disebut berlangsung sangat rahasia.
“Mojtaba dipindahkan ke Moskow dengan pesawat militer Rusia dalam operasi yang sangat rahasia, karena kondisi kesehatan dan keamanannya. Setelah tiba, ia menjalani operasi bedah yang berhasil,” tulis laporan tersebut.
Saat ini Mojtaba disebut sedang menjalani pemulihan di sebuah rumah sakit swasta yang berada di salah satu kompleks istana kepresidenan Rusia di Moskow.
Cedera Mojtaba disebut terjadi setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari lalu. Dalam serangan tersebut, ia dilaporkan mengalami patah tulang pada kaki serta luka robek di bagian wajah.
Sumber yang sama menyebut kondisi Mojtaba cukup serius sehingga membutuhkan fasilitas medis lengkap serta pemantauan ketat. Situasi perang yang tengah berlangsung di Iran disebut membuat perawatan optimal sulit dilakukan di dalam negeri.
Situasi keamanan Mojtaba juga disebut semakin memburuk setelah Israel menyatakan bahwa ia kini menjadi salah satu target mereka.
Sementara itu, sejumlah sumber di Yerusalem menyebut intelijen Israel meyakini luka Mojtaba kemungkinan lebih parah dari yang sebelumnya dilaporkan.
Pada laporan sebelumnya, 4 Maret lalu, Al Jarida menyebut Mojtaba mengalami luka di sisi kiri tubuhnya, mulai dari kepala hingga kaki, akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat serangan terjadi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 12 Maret lalu juga sempat mengindikasikan Mojtaba mengalami luka berat. Trump bahkan menyebut Mojtaba “rusak” dan mengaku tidak yakin apakah pemimpin Iran tersebut masih bernapas setelah serangan yang terjadi.
Dalam laporan yang sama, Al Jarida juga menyoroti pidato perdana Mojtaba di tengah spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Sumber Iran lain yang dekat dengan kelompok reformis mengaku curiga dengan pidato tersebut. Mereka meyakini teks pidato Mojtaba kemungkinan besar disusun oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani.
Kecurigaan itu muncul karena gaya kalimat yang digunakan dinilai identik dengan pernyataan-pernyataan Larijani sebelumnya. Selain itu, tidak adanya rekaman suara maupun kemunculan langsung Mojtaba dalam pidato tersebut semakin memicu spekulasi di kalangan politik Iran.(kar)