
Halokubar.com – Yayasan Al-Amanah Kutai Barat melakukan studi banding ke TK Islam Kreatif Salsabila Bontang untuk memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini, Kamis (13/11/2025). Kunjungan dipimpin Ketua Yayasan Al-Amanah Kutai Barat, H Zulkarnain SE, bersama jajaran.
Rombongan disambut langsung Ketua Yayasan Permata Insan Prima (Yapima) Bontang, H Ma’ruf Effendy S.Pd, serta Kepala TK Islam Kreatif Salsabila, Hj Muthi Masfu’ah S.Pd CN NLP, yang dikenal sebagai penulis, trainer, dan pemerhati pendidikan anak usia dini. Para guru, staf, dan pengurus Yayasan Permata Insan Prima serta Rumah Kreatif Salsabila juga turut hadir. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa sejak awal pertemuan.
Kunjungan ini difokuskan pada pemahaman modul pembelajaran, kurikulum kreatif, serta praktik literasi yang telah menjadi ciri khas Salsabila sebagai salah satu lembaga PAUD berkarakter di Kota Bontang.
Zulkarnain mengapresiasi sistem pengajaran Salsabila yang dinilai berhasil membangun karakter dan budaya literasi sejak dini.
“TK Islam Kreatif Salsabila memiliki kekuatan di bidang literasi, baik dari guru maupun murid. Kami ingin mengadopsi keunggulan ini untuk PAUD di bawah Yayasan Al-Amanah Kutai Barat, seperti PG/TK Ananda di Melak Ulu dan PG/TK Kuntum Melati di Royoq,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan belajar di Salsabila dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan kurikulum berbasis karakter dan literasi di Kutai Barat, terutama menghadapi tantangan pendidikan anak usia dini di era digital.
Ma’ruf Effendy menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai kehormatan besar.
“Saya sangat berterima kasih atas kedatangan Pak Zul dan jajaran. Ini kunjungan istimewa mengingat jarak yang jauh. Semoga apa yang kami lakukan di sini bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan PAUD di Kutai Barat,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa Salsabila mengusung prinsip pembinaan karakter, penguatan kreativitas, dan literasi sebagai fondasi utama pendidikan.
“Tujuan kami adalah membangun pendidikan yang bersahabat dan berkelanjutan agar anak-anak mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik,” jelasnya.
Ma’ruf berharap kolaborasi ini dapat memperluas kerja sama antar lembaga pendidikan di Kaltim, terutama dalam penguatan program literasi nasional.
“Program literasi bersifat nasional dan pemerintah sangat fokus pada pengembangannya. Saya yakin program ini bisa diterapkan di Kutai Barat dengan pendekatan Ambil, Tiru, dan Modifikasi (ATM),” tambahnya.
Studi banding ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan antara Yayasan Al-Amanah Kutai Barat dan Yayasan Permata Insan Prima Bontang. Keduanya sepakat mempererat kerja sama dan berbagi pengalaman untuk menghadirkan pendidikan PAUD yang inovatif, adaptif, dan berkarakter.
Baik Yapima Bontang maupun Yayasan Al-Amanah Kutai Barat berharap sinergi tersebut menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi emas yang cerdas, kreatif, dan berakhlak di Kalimantan Timur.(ftr/ndi)