KaltimSamarinda

Inflasi Kaltim Maret 2026 Terkendali Meski Tekanan Permintaan HBKN Meningkat

Halokubar.com – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) selama Maret 2026 masih terjaga meski terjadi lonjakan permintaan masyarakat sepanjang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan, Idulfitri, hingga Nyepi. Kenaikan harga tercatat tetap dalam batas terkendali dengan tren yang masih stabil dibandingkan tingkat nasional.

Berdasarkan data terbaru, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim mencatat inflasi sebesar 0,72 persen secara bulanan (mtm), meningkat dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 0,60 persen. Secara tahunan, inflasi tercatat 3,31 persen (yoy) dan inflasi tahun berjalan mencapai 1,37 persen (ytd).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan menjelaskan kondisi tersebut masih lebih baik dibandingkan capaian nasional. “Inflasi Kaltim secara tahunan tercatat lebih rendah dibanding inflasi nasional, didorong peningkatan permintaan masyarakat selama momentum HBKN tahun ini,” ujarnya Selasa (01/04/2026), Samarinda.

Ia mengungkapkan, kenaikan inflasi terutama dipicu kelompok makanan, minuman, serta tembakau yang mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan permintaan bahan pangan strategis selama Ramadan hingga Idulfitri menjadi faktor utama pendorong.

Kelompok tersebut mencatat inflasi sebesar 1,74 persen secara bulanan dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi daerah. Selain itu, sektor transportasi juga mengalami tekanan akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Kelompok makanan minuman tembakau menjadi penyumbang utama inflasi, disusul transportasi akibat meningkatnya mobilitas masyarakat serta tingginya permintaan penerbangan domestik,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya tingkat okupansi penerbangan serta cepat terserapnya tambahan jadwal penerbangan turut mendorong kenaikan harga tiket. Di sisi lain, penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi juga memberi kontribusi terhadap tekanan inflasi.

Secara komoditas, kenaikan harga dipengaruhi cabai rawit, bensin, ikan tongkol, ikan layang, serta tomat. Namun demikian, beberapa komoditas lain seperti emas perhiasan, parfum, tas sekolah, serta sayuran seperti sawi hijau dan kangkung membantu menahan laju inflasi.

Tekanan inflasi juga sedikit tertahan akibat penurunan harga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami deflasi sebesar 0,57 persen secara bulanan.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi melalui berbagai langkah strategis. Selama Maret 2026, tercatat puluhan kegiatan pengendalian harga dilakukan di berbagai wilayah Kaltim.

“TPID terus memperkuat koordinasi melalui rapat rutin dan High Level Meeting guna memastikan langkah pengendalian harga berjalan efektif selama periode HBKN,” tutupnya.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan 83 kegiatan seperti gerakan pangan murah dan operasi pasar yang tersebar di sejumlah daerah, termasuk Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Bontang, Mahakam Ulu, hingga Berau.

Ke depan, sinergi TPID melalui strategi 4K terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga, daya beli masyarakat tidak terganggu, serta aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak positif di tengah dinamika permintaan musiman.(ndi)

Related Articles

Back to top button