KaltimSamarinda

Dituding KKN, Gubernur Kaltim Buka Suara soal Penunjukan Adiknya di TAGUPP

Halokubar.com – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, angkat bicara soal tudingan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang mencuat dalam aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim pada 21 April lalu. Ia menegaskan mekanisme pengisian jabatan publik, termasuk penunjukan dalam tim gubernur, telah sesuai aturan yang berlaku.

“Terkait KKN yang dimaksud, posisi hari ini adalah sistem yang dipilih bangsa kita sudah final melalui pemilihan umum,” ujarnya, Kamis (23/6/2026).

Rudy menekankan, sistem demokrasi di Indonesia menjadi dasar utama dalam menentukan pejabat publik. Ia menyebut, setiap individu yang menduduki jabatan merupakan hasil dari proses yang sah melalui pemilihan umum.

“Dalam sistem demokrasi Republik Indonesia, semuanya sudah final. Kalau hari ini ada kolega atau keluarga yang terpilih melalui demokrasi, maka itu melalui sistem yang sah. Itu adalah demokrasi Pancasila, di mana setiap orang memiliki hak untuk memilih dan dipilih,” jelasnya.

Ia juga menyinggung peran pers dalam menyampaikan informasi kepada publik. Menurutnya, kebebasan tersebut tetap harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Sama dengan teman-teman pers yang memiliki hak untuk menyebarluaskan informasi secara bebas dan lugas, sepanjang tidak melanggar aturan,” tambahnya.

Sorotan publik turut mengarah pada keberadaan adik kandungnya, Hijrah Mas’ud, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim. Rudy menegaskan, penunjukan tersebut merupakan hak prerogatif kepala daerah.

“Ini memang hak prerogatif gubernur. Kecuali kalau tiba-tiba dilantik menjadi ASN atau kepala dinas tanpa proses, itu yang salah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Hijrah dinilai memiliki peran strategis karena telah lama membantu berbagai pekerjaan, bahkan sejak sebelum dirinya menjabat gubernur. Keberadaan tersebut juga dinilai penting dalam mendukung koordinasi tugas di lapangan.

“Kadang saya di Jakarta, ada hal-hal yang harus ditangani di sini. Untuk urusan tertentu seperti logistik atau mandat yang tidak bisa diwakilkan, dia bisa menggantikan saya,” pungkasnya. (Kar)

Related Articles

Back to top button