
Halokubar.com – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya menemui massa aksi yang menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/5/2026). Pertemuan berlangsung setelah aksi unjuk rasa berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Rudy keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju ruang pertemuan yang telah dipenuhi perwakilan demonstran. Di tengah langkahnya, ia terlihat melambaikan tangan kepada sejumlah orang yang berada di sekitar kantor gubernur.
“Aman,” kata Rudy singkat saat ditanya kondisi aksi sebelum memasuki ruang pertemuan.
Sekitar 30 perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim hadir dalam dialog tersebut. Aparat keamanan bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah tampak bersiaga di sekitar lokasi guna menjaga situasi tetap tertib.
Sebelum pertemuan dimulai, massa aksi menegaskan kedatangan mereka bukan untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah provinsi. Mereka mengaku hanya ingin menyampaikan dua tuntutan utama kepada gubernur.
Tuntutan pertama ialah meminta Rudy Mas’ud mundur dari jabatan Gubernur Kalimantan Timur. Massa juga mendesak Rudy menginstruksikan Partai Golkar menggulirkan hak angket di DPRD Kaltim.
Menanggapi tuntutan tersebut, Rudy meminta seluruh pihak menghormati mekanisme yang berlaku dalam sistem pemerintahan. Ia menilai setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur konstitusional dan prosedur yang telah diatur.
Meski demikian, Rudy mengaku mendukung penggunaan hak angket selama dilakukan sesuai ketentuan dan fungsi pengawasan DPRD.
“Saya dukung hak angket. Tapi sesuai aturan yang ada, tugas anggota DPRD ada tiga, legislasi, budgeting, dan pengawasan,” ujarnya.
Rudy juga mengingatkan DPRD memiliki hak konstitusional dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah daerah.
“Hak dewan ada tiga, menyatakan pendapat, interpelasi, dan hak angket,” katanya.(adr)





