KaltimKutai Barat

BNK Kutai Barat Perkuat Akses Rehabilitasi Narkoba, Koordinasi dengan BNNP Kaltim

Halokubar.com – Penanganan penyalahguna narkotika di Kutai Barat (Kubar) menjadi perhatian Badan Narkotika Kabupaten (BNK) setempat. Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperkuat koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) guna memperjelas mekanisme asesmen dan akses rehabilitasi bagi masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat penyalahgunaan narkotika dapat memperoleh layanan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Sekretaris BNK Kutai Barat, Jamidi, mengatakan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pendampingan, khususnya bagi warga yang membutuhkan layanan pemulihan dari ketergantungan narkotika.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan penanganan narkotika bisa mendapatkan pendampingan dan akses rehabilitasi melalui mekanisme yang tepat dan terarah,” ujar Jamidi, Jumat (6/11/2026).

Hal tersebut menjadi salah satu fokus kunjungan BNK Kutai Barat ke kantor BNNP Kaltim. Rombongan diterima Kepala Seksi Intelijen BNNP Kaltim Dwi Bowo untuk membahas sejumlah aspek penanganan penyalahgunaan narkotika.

Dalam kunjungan tersebut, Jamidi didampingi anggota Bidang Penindakan BNK Kutai Barat Aiptu Jatmiko, anggota Bidang Rehabilitasi Zulkarnain, serta sejumlah anggota lainnya, yakni Tomi, Taufik, dan Said.

Pembahasan difokuskan ke mekanisme kerja Tim Asesmen Terpadu (TAT), termasuk prosedur pemeriksaan dan penanganan terhadap individu yang terlibat dalam persoalan penyalahgunaan narkotika.

Asesmen terpadu memiliki peran dalam menilai kondisi seseorang melalui pendekatan medis dan hukum. Hasil penilaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan rekomendasi penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui koordinasi ini, BNK Kutai Barat berupaya memperkuat pemahaman mengenai tahapan asesmen sehingga proses pendampingan masyarakat dapat berjalan lebih terarah.

Selain persoalan asesmen, pertemuan turut membahas pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam mendukung penanganan penyalahgunaan narkotika.

Jamidi berharap komunikasi yang terbangun dengan BNNP Kaltim dapat mempermudah koordinasi ketika terdapat warga Kutai Barat yang membutuhkan layanan rehabilitasi maupun penanganan lanjutan.

“Koordinasi ini kami harapkan dapat memperkuat kerja sama antarlembaga sehingga penanganan penyalahgunaan narkotika dan pemulihan masyarakat bisa berjalan lebih optimal,” katanya.

Menurutnya, upaya menghadapi persoalan narkotika tidak cukup hanya melalui penindakan. Dukungan terhadap pemulihan penyalahguna juga menjadi bagian penting agar masyarakat yang membutuhkan bantuan memperoleh penanganan sesuai prosedur.

BNK Kutai Barat berharap kerja sama dengan BNNP Kaltim terus berkembang, baik dalam pencegahan, pemberantasan peredaran gelap narkotika, maupun peningkatan akses rehabilitasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Kutai Barat yang lebih terlindungi dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika.(ndi)

Related Articles

Back to top button