KaltimSamarinda

Akademisi Unmul Minta Kursi Pijat Pemprov Kaltim Ditempatkan di Rumah Sakit

Halokubar.com – Wacana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memindahkan fasilitas kursi pijat dari rumah jabatan gubernur ke hotel atlet dan bandara terus menuai tanggapan. Akademisi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menilai fasilitas tersebut sebaiknya ditempatkan di lokasi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman itu menyarankan kursi pijat dipindahkan ke rumah sakit atau panti jompo karena dinilai lebih tepat sasaran untuk kebutuhan kesehatan dan terapi.

“Kalau perlu ditempatkan di panti jompo atau rumah sakit saja untuk terapi. Di sana manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat yang memang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Purwadi, penempatan kursi pijat di bandara dinilai kurang maksimal karena akses masyarakat terhadap fasilitas tersebut cukup terbatas.

“Kalau di bandara kan tidak semua orang bisa menikmati. Penggunanya juga terbatas,” katanya.

Sebelumnya, rencana pemindahan fasilitas itu muncul setelah pengadaan kursi pijat mendapat sorotan publik. Pemprov Kaltim juga dikabarkan mempertimbangkan pemanfaatan fasilitas tersebut untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, Purwadi menilai fasilitas yang dibeli menggunakan anggaran pemerintah seharusnya bisa digunakan masyarakat secara cuma-cuma. Ia menegaskan fasilitas publik tidak semestinya dijadikan sumber keuntungan.

“Itu dibeli pakai uang rakyat. Jadi menurut saya tidak perlu dipungut biaya lagi,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan pemerintah agar tidak terlalu berorientasi pada pemasukan dari penggunaan fasilitas tersebut. Menurutnya, manfaat sosial jauh lebih penting dibanding keuntungan yang nilainya tidak terlalu besar.

“Jangan semua dipikirkan untuk cuan. Fokus saja bagaimana fasilitas itu benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

Meski begitu, Purwadi tetap mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim yang berencana memindahkan kursi pijat ke tempat umum agar dapat digunakan masyarakat lebih luas.

“Saya setuju dipindahkan ke ruang publik. Tetapi lebih baik gratis supaya masyarakat bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(kar)

Related Articles

Back to top button