KaltimSamarinda

Kaltim Perkuat Program Gratispol, Dokter Spesialis Jadi Prioritas Layanan Kesehatan

Halokubar.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempertegas langkah memperkuat sektor kesehatan melalui Program Gratispol Pendidikan dengan fokus afirmasi bagi dokter yang ingin menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis. Kebijakan ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan tenaga medis profesional sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan di daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan, pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi dokter untuk melanjutkan pendidikan tanpa dibatasi usia. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat ketersediaan dokter spesialis yang masih terbatas di sejumlah wilayah.

“Kami membuka afirmasi pendidikan dokter spesialis tanpa batas usia agar layanan kesehatan meningkat merata dan kebutuhan tenaga medis profesional terpenuhi,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026), Balikpapan.

Sri menjelaskan, peserta program didorong melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Kaltim, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Airlangga. Namun, peluang tetap terbuka bagi dokter berstatus aparatur sipil negara yang ingin menempuh pendidikan di luar kampus mitra.

Menurutnya, skema tugas belajar melalui Badan Kepegawaian Daerah tetap dapat dimanfaatkan sebagai jalur alternatif bagi tenaga medis yang ingin mengembangkan kompetensi.

“Dokter ASN dapat mengajukan tugas belajar melalui BKD meski belum ada kerja sama kampus sehingga kesempatan meningkatkan kompetensi tetap terbuka,” katanya.

Ia menilai, keberadaan dokter spesialis dan subspesialis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan jumlah tenaga medis yang memadai, rumah sakit dapat memberikan layanan lebih optimal kepada masyarakat.

Di sisi lain, Sri juga menyoroti tantangan yang dihadapi rumah sakit di Kaltim. Tekanan biaya operasional hingga keterbatasan tenaga medis menjadi persoalan yang harus segera dibenahi agar layanan kesehatan tetap berjalan maksimal.

“Rumah sakit menghadapi tekanan operasional dan keterbatasan tenaga sehingga perlu pembenahan menyeluruh agar tetap mampu memberikan pelayanan kesehatan optimal,” tegasnya.

Ia berharap kepengurusan baru Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Kaltim dan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (Makersi) Kaltim dapat berperan aktif memperkuat tata kelola serta mutu layanan rumah sakit di daerah.

“Pengurus baru Persi dan Makersi diharapkan aktif meningkatkan kualitas layanan rumah sakit serta memperkuat profesionalisme tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kaltim,” tutupnya.(kar)

Related Articles

Back to top button