MBG Dipangkas Jadi 4 Hari, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp50 Triliun per Tahun

Editorialkaltim.com – Pemerintah kembali mengencangkan ikat pinggang anggaran melalui penyesuaian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terbaru, frekuensi pemberian makanan direncanakan dipangkas menjadi empat hari dalam sepekan, dari sebelumnya lima hari.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak melewati batas aman 3 persen.
Menurutnya, pengurangan hari distribusi MBG dinilai rasional di tengah tekanan fiskal, terutama akibat lonjakan harga minyak dunia yang berdampak pada beban subsidi energi pemerintah.
“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang dihilangkan. Make sense kan? Lebih logic kan?” ujar Juda dalam acara Policy Dialogue – Kick Off program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) 2026.
Ia menjelaskan, kebijakan ini merupakan lanjutan dari penyesuaian sebelumnya. Pada tahap awal, program MBG berjalan enam hari dalam sepekan, lalu dipangkas menjadi lima hari pada akhir Maret 2026. Kini, pemerintah kembali merasionalisasi menjadi empat hari.
Dari sisi anggaran, pengurangan tersebut diperkirakan memberi dampak signifikan. Pemerintah menaksir efisiensi belanja bisa menembus lebih dari Rp50 triliun dalam setahun.
“Setahun tentu saja lebih dari Rp50 triliun bisa menghemat,” katanya.
Selain penghematan, pemerintah juga memastikan kualitas pelaksanaan tetap dijaga. Evaluasi akan dilakukan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar operasional di lapangan.
“Istilahnya SPPG nakal itu diskros, dievaluasi. Jadi ini sebagai contoh bagaimana penajaman-penajaman refocusing terus dilakukan,” tutupnya.(kar)





