Lestarikan Warisan Leluhur, Pemkab Kubar Resmi Buka Pekan Kebudayaan Daerah

Halokubar.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2026 di Lamin Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (30/6/2026). Mengusung tema “Mari Lestarikan Budaya Kita”, kegiatan ini menjadi upaya pemerintah menjaga kelestarian adat istiadat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Pembukaan PKD diawali dengan pawai budaya yang menampilkan beragam tradisi khas Kutai Barat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai penanda dimulainya perhelatan budaya tahunan tersebut.
Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Barat, Nopandel, yang mewakili Bupati Kutai Barat. Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur Titi Lestari, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat Seriwahyuni, Kepala Bidang Kebudayaan, Camat Nyuatan, serta Kepala Adat Kampung Pepas Eheng Armansyah.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Nopandel menegaskan Pekan Kebudayaan Daerah bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga sekaligus memajukan kebudayaan sebagai identitas daerah.
“Pekan Kebudayaan Daerah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, ini merupakan wujud nyata komitmen kolektif kita bersama dalam memajukan kebudayaan sebagai jati diri daerah. Kebudayaan adalah warisan luhur yang membentuk karakter masyarakat, memperkuat tali persatuan, sekaligus menjadi aset berharga yang wajib kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan PKD 2026 mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya lokal. Pemerintah juga ingin mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya di Kutai Barat.
“Kita ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya mengenal identitas budayanya, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menjaga, merawat, serta mengembangkan kebudayaan daerah di tengah tantangan zaman,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Seriwahyuni, mengatakan PKD diharapkan menjadi kegiatan yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana mengenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai budaya lokal.
“Kami berharap Pekan Kebudayaan Daerah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk melestarikan kebudayaan asli daerah sekaligus memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kekayaan budaya Kutai Barat kepada generasi muda,” ucapnya.
Usai pembukaan, seluruh tamu undangan mengikuti sesi foto bersama. Suasana kemudian semakin meriah dengan peragaan busana adat Kutai Barat yang dibawakan para model lokal. Beragam pakaian tradisional yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang masih terjaga di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.(kar)





