Nasional

Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa ke Tiongkok Usai Protes Jawaban Dianulir di LCC MPR

Halokubar.com – Nama Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMAN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik setelah keberaniannya menyuarakan keberatan dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.

Keberanian Josepha membela jawabannya yang dianulir juri berbuah apresiasi dari Anggota DPR/MPR RI, Rifqinizamy Karsayuda. Ia menawarkan beasiswa penuh kepada Josepha untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok setelah lulus sekolah menengah.

Rifqinizamy menilai Josepha sebagai pelajar yang memiliki keberanian mempertahankan kebenaran di ruang publik. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam babak final LCC tersebut.

“Keberanian menyampaikan kebenaran harus dihargai. Kami ingin memastikan masa depan pendidikan Josepha tetap terjaga,” ujarnya.

Polemik dalam ajang LCC Empat Pilar MPR RI itu bermula saat jawaban yang disampaikan Josepha dinyatakan salah oleh dewan juri. Namun, jawaban serupa justru dinilai benar ketika disampaikan peserta dari sekolah lain.

Peristiwa tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat dan warganet. Banyak pihak menilai keputusan dewan juri tidak konsisten dan mencederai semangat kompetisi yang menjunjung kejujuran serta objektivitas.

Rifqinizamy sebelumnya juga telah menyoroti kinerja dewan juri dalam pelaksanaan lomba tersebut. Ia meminta evaluasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam ajang pendidikan tingkat nasional.

“Evaluasi harus dilakukan secara serius supaya kepercayaan peserta didik terhadap kompetisi akademik tetap terjaga,” katanya.

Sebagai tindak lanjut atas polemik itu, Josepha diundang langsung oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke Jakarta. Keberangkatannya turut didampingi pihak sekolah, termasuk Kepala SMAN 1 Pontianak.

Di sisi lain, MPR RI melalui Sekretariat Jenderal mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC yang bertugas dalam Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Langkah tersebut diambil menyusul derasnya protes publik terhadap jalannya perlombaan. MPR RI juga memastikan evaluasi internal dilakukan demi menjaga kredibilitas kompetisi pendidikan yang melibatkan pelajar dari berbagai daerah itu.(kar)

Related Articles

Back to top button